Teori pembangunan neo-klasik dan kontemporer serta masalah lanjutan equilibrium jamak

Teori-teori klasik pembangunan ekonomi menggunakan empat pendekatan :
1.      Pembangunan sebagai pertumbuhan dan teori tahapan linier
Ø  Tahapan pertumbuhan Rostow
Adalah sebuah teori pembangunan ekonomi yang dicetuskan oleh sejarawan ekonomi Amerika Walt W, Rostow. Menurutnya sebuah negara berhak melalui tahapan berurutan dalam upaya mencapai kemajuan.
Dalam argumentasinya, negara-negara maju dinyatakan telah melewati semua tahap “ lepas landas ke pertumbuhan yang berkelanjutan dengan sendirinya”, dan negara-negara terbelakang hanya perlu mengikuti seperangkan aturan pembangunan tertentu untuk lepas landas menuju masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Ø  Model Pertumbuhan Harrod – Domar
Model pertumbuhan ekonomi fungsional yang menyatakn bahwa tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (g) tergantung langsung pada tingkat tabungan nasional netto (s)  dan berbanding terbalik dengan rasio modal output nasional (c).
Rasio model-output adalah rasio yang menunjukkan jumlah modal yang diperlukan untuk menghasilkan jumlah produk dalam periode waktu tertentu.
Rasio tabungan neto adalah tabungan yang dinyatakan dalam bagian pendapatan yang disisihkan dalam periode waktu tertentu.
Teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar , tingkat pertumbuhan GDP (ΔY/Y) ditentukan oleh rasio tabungan nasional neto, s, dan rasio modal-output nasional,  secara bersama.  Tidak adanya campur tangan pemerintah, tingkat pertumbuhan pendapatan nasional seacara langsung atau positif berkaitan dengan rasio tabungan (GDP yang ditabung atau diinvestasikan besar maka besar pula pertumbuhan GDP) dan berbanding terbalik atau negative dengan rasio modal-output (semakin tinggi c, semakin rendah pertumbuhan GDP).
Komponen pertumbuhan ekonomi : investasi, tenaga kerja, dan kemajuan teknologi.
Hambatan dan kendala dari teori ini adalah “kendala modal”, relative rendahnya tingkat pembentukan modal di kebanyakan negara miskin.
Neo klasik adalah Aliran ilmu ekonomi yang mencoba menjabarkan pembentukan harga produksi dan distribusi pendapatan melalui mekanisme permintaan dan penawaran. Paradigma Neo .lasik  ini Lebih menekankan pada kebebasan mekanisme pasar dengan mengurangi campur tangan dari pemerintah yang berlebihan. Pertama kali istilah Neo Klasik diperkenalkan olehThorstein Veblen,1900. Munculnya teori klasik disebabkan oleh Adanya pemikiran selama kurun waktu tahun 1950-an dan tahun 1960-an yang terutama berpusat pada konsep paradigm “pertumbuhan ekonomi” yang berkelanjutan lalu pandangan diatas kemudian sudah mulai bergeser dan digantikan dengan apa yang disebut arus pemikiran ‘ketergantungan internasional’
Kontrarevolusi Neoklasik : Fundalisme pasar
Di negara-negara maju, pendekatan ini berpihak pada kebijakan makroekonomi dari sisi penawaran, teori pengharapan rasional, dan privatisasi perusahaan negara atau public. Di negara-negara berkembang, teori kontrarevolusi mendesak adanya pasar yang lebih bebas serta peniadaan campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian melalui perusahaan negara, perencanaan statis, dan regulasi pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
Argumentasi utama teori kontrarevolusi neoklasik menyatakan bahwa keterbelakangan merupakan akibat dari pengalokasian sumber daya yang buruk karena kebijakan penetapan harga yang tidak tepat dan terlalu banyaknya campur tanga negara yang diwakili oleh pemerintah negara berkembang yang terlalu aktif. Para penganut neoliberal ini berargumentasi bahwa efisiensi dan pertumbuhan ekonomi akan tercapai dengan memberi kesempatan bagi pasar bebas yang kompetitif untuk berkembang dan sebagainya.
Tiga komponen pendekatan kontrarevolusi neoklasik :
a.      Pendekatan pasar bebas
Analisis teoretis atas ciri-ciri suatu system perekonomian yang melangsungkan pasar bebas, yang sering didasarkan asumsi bahwa pasar yang tidak diregulasi akan berkinerja lebih baik ketimbang yang diregulasi oleh pemerintah.
b.      Pilihan publik
Teori pilihan public (pendekatan politik ekonomi baru). Teori yang mengemukakan bahwa kepentingan pribadi mengendalikan semua perilaku individu, dan bahwa pemerintah tidak efisien dan korup karena orang-orang menggunakan pemerintah untuk mencapai tujuan mereka sendiri.
c.       Pendekatan ramah pasar
Pemikiran yang disebarluaskan oleh Bank Dunia, bahwa kebijakan pembangunan yang berhasil mengharuskan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan pasar untuk dapat beroperasi secara efisien, dan hanya melakukan intervensi dalam perekonomian secara selektifa dalam bidang-bidang yang tidak berlangsung efisien dalam pasar.

·           Pendekatan pertumbuhan neoklasik tradisional
Rasio modal tenaga kerja adalah jumlah satuan (unit) modal per satuan tenaga kerja.
Model pertumbuhan neoklasik Solow adalah model pertumbuhan yang menunjukkan adanya hasil yang semakin menurun dari semua faktor poduksi tetapi dengan skala hasil yang konstan. Perubahan teknologi eksogen menimbulkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Perekonomian tertutup adalah suatu perekonomian yang tidak memiliki transaksi perdagangan dengan pihak asing atau hubungan perekonomian lain dengan dunia luar.
Perekonomian terbuka adalah suatu perekonomian yang mengadakan perdagangan dengan pihak asing serta memiliki hubungan finansial dan nonfinansial dengan dunia luar.
Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan
1.      Keterbelakangan sebagai kegagalan koordinasi
Banyak teori lebih baru tentang pembangunan ekonomi yang berpengaruh dalam dasawarsa 1990-an dan awal-awal tahun di abad kedua puluh satu yang telah mengedepankan komplementaritas sebagai salah satu syarat perlu bagi pembangunan yang berhasil. Beberapa model pembangunan yang mengedepankan komplementaritas ternayata berkaitan dengan sejumlah model yang digunakan dalam pendekatan pertumbuhan endogen, tetapi pendekatan kegagalan koordinasi telah berkembang relatif mandiri serta menawarkan gagasan yang penting dan berbeda. Komplementaritas adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, pekerja, atau organisasi yang memperkuat dorongan bagi agen lain untuk melakukan tindakan serupa. Kegagalan koordinasi adalah suatu keadaan hubungan yang dicirikan dengan ketidakmampuan para agen untuk mengoordinasikan perilaku (pilihan) mereka , sehingga menimbulkan hasil (ekuilibrium) yang membuat semua agen berada dalam keadaan lebih buruk daripada di keadaan ekuilibrium yang lain. Model dorongan besar (big push) yang menunjukkan bahwa keputusan produksi yang diambil oleh perusahaan-perusahaan sektor modern akan saling menguatkan, dan model cincin O (O-ring model) yang memperlihatkan bahwa nilai peningkatan ketrampilan atau kualitas akan bergantung pada upaya peningkatan serupa oleh agen lainnya.
2.      Ekuilibrium Jamak : Pendekatan Diagramatis
Ekuilibrium jamak adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya lebih dari satu ekuilibrium. Semua ekuilibrium ini adakalanya dapat diperingkat, dalam arti bahwa ekuilibrium yang satu lebih menguntungkan daripada ekuilibrium lainnya, tetapi pasar yang tidak dibantu tidak akan menggerakkan perekonomian ke hasil yang diinginkan.

Dari ketiga titik itu D1 dan D3 adalah ekuilibrium stabil karena jika harapan atau ekspetasi agak berubah sedikit ke atas atau ke bawah tingkat itu maka perusahaan biasanya menyesuaikan tindakan mereka dengan menaikkan atau menurunkan tingkat investasi mereka yang membawa kita kembali ke ekuilibrium. Pada ekuilibrium tengah di titik D2 , fungsi itu memotong garis 45 derajat dari bawah, sehingga ekuilibriumnya tidak stabil. Ini karena, jika investasi yang terjadi sedikit lebih kecil dari yang diharapkan maka ekuilibriumnya adalah D1, dan apabila sedikit lebih besar maka ekuilibriumnya akan bergerak ke titik D3. Ini berarti D2 akan menjadi ekuilibrium secara kebetulan . dengan demikian, dalm praktik kita akan ,menganggap ekuilibrium tak stabil seperti D2 sebagai daerah pemisah harapan, yang menjadi tempat berayun ke ekuilibrium yang lebih tinggi atau ekuilibrium yang lebih rendah.

3.      Memulai Pembangunan Ekonomi : Model Dorongan Besar
Model dorongan besar adalah model yang menjelaskan bagaimana kegagalan pasar dapat menimbulakn kebutuhan akan perekonomian yang terencana dan kemungkinan juga upaya yang dicetuskan oleh kebijakan pemerintah agar proses pembangunan ekonomi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berjalan atau dipercepat.
·         Dorongan besar : model grafis
Ada enam jenis asumsi, diantaranya :
a.      Faktor. Kita mengasumsikan bahwa hanya ada satu faktor produksi, yaitu tenaga kerja. Model ini memiliki penawaran tenaga kerja total yang tetap sebesar L.
b.      Pembayaran faktor. Pasar tenaga kerja memiliki dua sektor. Kita mengasumsikan bahwa para pekerja disektor pedesaan menerima upah sebesar 1 (atau dinormalkan menjadi 1 dengan mengaggap bahwa besarnya upah diukur dalam satuan angka, artinya jika upah itu adalah 19 peso per hari maka kita hanya menyebut jumlah uang itu “1”)
c.       Tekonologi. Kita mengasumsikan bahwa terdapat N jenis produk, dan N adalah jumlah yang besar.
d.      Permintaan domestik. Kita mengasumsikan bahwa setiap barang mendapat bagian konsumsi yang konstan dan sama dalam pendapatan nasional. Model ini hanya berlangsung satu periode dan tidak memiliki aset, sehingga tidak ada tabungan dalam pengertian konvensional. Oleh karena itu, jika pendapatan nasional adalah Y, maka konsumen membelanjakan jumlah uang yang sama, Y/N, untuk setiap barang.
e.      Penawaran dan permintaan internasional. Kita mengasumsikan bahwa bentuk perekonomiannya tertutup. Hal ini akan membuat model lebih mudah dikembangkan. Kesimpulan paling penting akan tetap sama jika perdagangan diperkenankan, dengan syarat ada keunggulan yang diperoleh dengan memiliki pasar domestik.
f.        Struktur pasar. Kita mengasumsikan adanya persaingan sempurna di sektor tradisional (sektor industri rumahan), tanpa hambatan masuk dan tidak ada laba ekonomi. Oleh karena itu harga setiap barang adalah 1, yaitu biaya marginal tenaga kerja (yang merupakan satu-satunya input).
Kondisi terciptanya ekuilibrium jarak
Dengan keenam asumsi itu, kita dapat mengidentifikasi kasus mana saja yang memerlukan dorongan besar
Kasus lain yang mungkin memerlukan dorongan besar
Perlunya dorongan besar dapt timbul dari empat kondisi selain yang telah dikemukakan sebelumnya :
1.      Efek interporal
2.      Efek urbanisasi
3.      Efek infrastruktur
4.      Efek pelatihan
a.       Terdapat kemungkinan terjadinya kegagalan pasar modal
b.      Mungkin aka nada biaya untuk memantau para menejer dan agen Perekonomian lainnya, serta untuk menyusun dan melaksanakan rencana guna memastikan kepatuhan atau memberikan insentif untuk mengikuti keinginan pemberi kerja, hal ini sering disebut dengan biaya agensi.
c.       Mungkin akan terjadi kegagalan komunikasi
d.      Terdapat batasan pengetahuan.
Dengan demikian, dalam beberapa kondisi kita telah mengetahui bahwa eksternalitas terkait keuangan dalam proses pembangunan dapat menimbulkan ekuilibrium jamak, yang mungkin memerlukan adanya kebijakan dorongan besar.
·         Masalah lanjutan dari Ekuilibrium Jamak
Beberapa cara untuk melakukan dorongan besar yang mendorong perluasan sektor modern di banyak industri secara bersama-sama. Salah satu strategi untuk memecahkan masalah koordinasi adalah dengan memfokuskan kebijakan pemerintah pada upaya mendorong pembangunan pada industri-industri yang memiliki keterkaitan penting baik ke arah hulu maupun ke arah hilir.
Perilaku dan Norma Pergerakan menuju ekulibrium yang lebih baik sangat sulit jika melibatkan banyak individu yang harus mengubah perilakunya dan mental korupsi ke mental yang jujur dan menghargai nilai membangun reputasi untuk mendapatkan keuntungan dari kerja sama. Ketika sebuah perilaku baru tersebut menjadi sebuah norma, maka menegakkannya akan lebih mudah. Sekali hubungan yang kooperatif menjadi sebuah norma, akan lebih banyak lagi orang yang akan berperilaku kooperatif.

Keterkaitan adalah hubungan diantara sejumlah perusahaan berdasarkan penjualan. Keterkaitan ke hulu terjadi ketika sebuah perusahaan membeli barang dari perusahaan lain yang akan digunakan sebagai input, keterkaitan ke hilir akan terjadi jika perusahaan menjual produknya ke perusahaan lain. Keterkaitan semacam itu sangat penting dalam strategi industrialisasi ketika satu atau lebih industry yang terlibat memiliki skala hasil yang semakin meningkat, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pasar yang lebih besar.
            Ketimpangan, ekuilibrium jamak, dan pertumbuhan
Pandangan tradisional mengatakan bahwa sejumlah ketimpangan dapat mempercepat pertumbuhan, karena tabungan dari kaum kaya lebih besar daripada tabungan kaum miskin. Jika kaum miskin tidak memiliki akses untuk memperoleh kredit maka mereka kemungkinan tidak dapat memperoleh pinjaman untuk mendanai pendidikan yang cukup produktif, sehingga akan terkena perangkap kemiskinan. Perangkap kemiskinan adalah suatu ekuilibrium buruk bagi sebuah keluarga, masyarakat, atau negara yang menunjukkan adanya lingkaran setan ketika kemiskinan dan keterbelakangan menimbulkan kemiskinan dan keterbelakangan yang lebih parah, yang sering diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang harus dilakukan desa untuk membangun desa yang berdampak pada pengendalian urbanisasi

apa yang diharapkan dari pembelajaran ekonomi pembangunan?